JENIS-JENIS KONTAK DAN SAKELAR MANUAL
a.
Titik Kontak
1.
Titik
Kontak Jenis a (Normally Open/NO)
(a) Kontak Belum Bekerja (b) Kontak Bekerja setelah
(terbuka) ditekan
(tertutup)
2.
Titik
Kontak Jenis b (Normally Close/NC)
(a) Kontak Belum Bekerja
(b) Kontak Bekerja Setelah
(tertutup) ditekan
(terbuka)
3.
Titik
Kontak Jenis c (NO dan NC)
Titik
kontak ini bekerja dengan prinsip kedua kontak diatas. Kontak ini memiliki tiga
buah titik kontak. Apabila kontak belum bekerja maka salah satu kontak akan
terhubung dengan kontak lain sedangkan kontak yang lain akan terbuka. Kontak
ini memiliki tiga buah titik kontak.
Kontak
NO
Kontak NO
(a) Kontak Belum Bekerja (b)
Kontak Bekerja
b.
Saklar Manual
Saklar
manual ialah saklar yang berfungsi menghubung dan memutuskan arus listrik yang
dilakukan secara langsung oleh orang yang mengoperasikannya. Dengan kata lain
pengoperasian saklar ini langsung oleh manusia tidak menggunakan alat bantu.
Sehingga dapat juga disebut saklar mekanis. Pada saat saklar memutus dan
menghubung, pada kontak saklar akan terjadi percikan bunga api terutama pada
beban yang besar dan tegangan yang tinggi. Karena itu gerakan memutus dan
menghubung saklar harus dilakukan secara cepat sehingga percikan bunga api yang
terjadi kecil. Dengan saklar ini motor listrik dapat dihubungkan langsung
dengan jala-jala (direct on line),
atau dapat pula saklar ini digunakan sebagai starter (alat asut) pada
motor-motor listrik 3 fasa daya kecil.
1.
Saklar
SPST (Single Pole Single Throw Switch)
2.
Sakelar
SPDT (Single Pole Double Throw Switch)
3.
Saklar
DPST (Double Pole Single Throw Switch)
4.
Saklar
DPDT (Double Pole Double Throw Switch)
5.
Saklar
TPST (Three Pole Single Throw Switch)
6.
Saklar
TPDT (Three Pole Double Throw Switch)
7.
Drum Switch
8.
Cam switch (saklar putar cam)
9.
Push Button
Push Button merupakan
suatu jenis saklar yang banyak dipergunakan dalam rangkaian pengendali dan pengaturan.
Saklar ini bekerja dengan prinsip titik kontak NC atau NO saja, kontak ini
memiliki 2 buah terminal baut sebagai kontak sambungan. Sedangkan yang memiliki
kontak NC dan NO kontaknya memiliki 4 buah terminal baut. Push button akan
bekerja bila ada tekanan pada tombol dan saklar ini akan memutus atau
menghubung sesuai dengan jenisnya. Bila tekanan dilepas maka kontak akan
kembali ke posisi semula karena ada tekanan pegas.
Push Button pada
umumnya memiliki konstruksi yang terdiri dari kontak bergerak dan kontak tetap.
Dari konstruksinya, maka push button dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu:
Tipe
Normally Open (NO)
Tipe
Normally Close (NC)
Tombol ini disebut
juga dengan tombol stop karena kontak akan membuka bila ditekan dan kembali
tertutup bila dilepaskan. Kontak bergerak akan lepas dari kontak tetap sehingga
arus listrik akan terputus.
Tipe
NC dan NO
Tipe ini kontak
memiliki 4 buah terminal baut, sehingga bila tombol tidak ditekan maka sepasang
kontak akan NC dan kontak lain akan NO, bila tombol ditekan maka kontak
tertutup akan membuka dan kontak yang membuka akan tertutup.
Setelah ditekan,
posisi push button akan berubah, sehingga lampu 1 (hijau) akan mati (off)
sedangkan lampu 2 (merah) akan hidup (on) lihat gambar disamping.

Komentar
Posting Komentar